SHAMIR'S WEB BLOG

May 20, 2011

ESENSI GURU TELADAN

Filed under: Artikel — Tags: — samiranshamir @ 6:31 am

ESENSI GURU TELADAN

Citra Seorang Guru

Ketika nama Guru disebut, yang tergambar adalah sosok tokoh, sosok teladan, sosok panutan, sosok serba bisa, sosok pamomong, sosok orang disiplin, sosok orang kharismatik, dan sejumlah sosok yang lain, yang intinya adalah taladan dan panutan.  Maka sangat wajar apabila guru di stiap tempat terposisikan pada posisi yang cukup terhormat. Di kampung, banyak yang menjadi ketua RT, ketua RW, ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), atau Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD), anggota Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), Pengurus Takmir Masjid, dan lembaga kemasyarakatan yang lain. Image seperti ini memang membanggakan, meskipun juga sekaligus beban berat bagi pelakunya. Membanggakan karena terposisikan di tempat yang cukup tinggi dan terhormat. Beban berat, karena kebabasan guru menjadi sangat terebatasi. Apabila ada guru di kampung yang tidak dapat menjalankan amanat masyarakat menduduki jabatan-jabatan tersebut, maka guru tersebut cenderung menempati posisi yang amat rendah di masyarakat. Apabila guru di kampung kok perbuatannya tidak terpuji, maka posisi guru tersebut pun menjadi sangat rencah. Tentu cenderung muncul komentar minir apabila seorang guru tidak dapat menjadi contoh dan teladan di mana dia tinggal. Ucapan-ucapan minir pun segera terlontar. Kata-kata berikut sering terloncar di masyarakat:

  1. Guru kok tidak disiplin,
  2. Guru kok pakaiannya tidak sopan,
  3. Guru kok omongannya kasar,
  4. Guru kok istrinya tidak dapat menjadi contoh,
  5. Guru kok anaknya tidak naik kelas,
  6. Guru kok anaknya tidak pandai,
  7. Guru kok tidak bisa ngaji,
  8. Guru kok tidak bisa menjadi pembawa acara,
  9. Guru kok sombong,
  10. Guru kok menipu,
  11. Guru kok tidak dapat dipercaya,
  12. Guru kok rumahnya kotor.

Masih banyak lagi kata-kata sejenis tercacikan kepada seorang guru apabila tidak dapat menjadi panutan. Fakta seperti ini memang sulit untuk diubah, apalagi guru adalah figur keteladanan, guru adalah fugur panutan, guru adalah figur kebenaran. Lahirnya seorang guru adalah lahirnya sosok teladan dan panutan.

Esensi Guru Teladan

Di setiap Kabupaten/Kota di Indonesia, setiap tahunnya diselenggarakan seleksi guru teladan (sekarang dikenal dengan guru berprestasi). Seleksi dilakukan dengan tes tertulis, tes wawancara, dan karya tulis ilmiah. Materi seleksi meliputi ke empat kompetensi guru yakni pedagogis, professional, social, dan kepribadian. Materi pedagogis tidak lain adalah materi yang terkait dengan kompetensi guru dalam mengajar, kompetensi professional terkait dengan kompetensi guru menguasai materi ajar dan karya pengembangan profesinya, materi social dan kepribadian terkait dengan sikap dan peran guru di lingkungan kerja maupun di masyarakat. Tidak sedikit peserta seleksi guru berprestasi yang mempersiapan dirinya sekitar setangah bulan sebelumnya, bahkan ada yang hanya dalam seminggu. Apa yang dipersiapkan? Tidak lain adalah menyikapi tes yang akan dihadapinya, belajar dan membuat karya tulis. Namun ada juga yang tidak menyediakan waktu khusus untuk mempersiapkannya, yang dipersiapkan hanya persyaratan administrasi pendaftaran saja. Mengapa demikian? Guru yang terakhir ini tentu cenderung telah siap menghadapi tes bentuk apapun. Karya tulispun tentu telah memilikinya, tinggal dipresentasikan. Tetapi guru yang mempersiapkan dengan belajar dan membuat karya tulis, cenderung belum siap. Maka sangat pantas apabila yang terpilih menjadi guru teladan (guru berprestasi) adalah mereka yang tidak mempersiapkan, tetapi yang telah siap segalanya.

Sebutan “guru” itu sendiri sudah bersensikan “teladan”. Maka dapat dibayangkan betapa tinggi derajatnya bagi “seorang guru teladan”. Pasti telah dapat memenuhi bebagai sosok sebagaimana disebutkan di atas. Maka sangat wajar seorang guru teladan tidak lahir begitu saja, tetapi perlu perjuangan yang cukup lama.  Stempel guru teladan tentu telah melekat pada dirinya di manapun dia berada, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Stempel guru teladan ini mestinya tidak karena hasil seleksi formal, namun melalui seleksi alamiah non formal. Siapa yang menyeleksi? Tentu para siswanya, rekan-rekan guru di kantornya ataupun di komunitasnya, dan masyarakat dimana dia tinggal.

Penilaian dari siswa akan baik terhadap guru apabila keempat kompetensi guru tidak hanya dipahami tetapi teraplikasikan dalam kesehariannya. Apabila siswa yang diajar selalu semangat dan dapat menikmati dengan nyaman, maka ini adalah indicator guru tersebut dapat mengaplikasikan ilmu pedagogisnya. Keberhasilan dari sisi profesionalnya tertunjukkan dengan nilai hasil belajar para siswanya yang cenderung selalu mencapai ketuntasan belajar. Tentu penilainnya harus telah sesuai dengan sistem penilaian yang ada dan telah merujuk kepada aturan perundangan yang ada. Dari sisi social dan kepribadian, dia tampil kharismatik, dekat dengan siswa tetapi siswa dan guru terposisikan sebagaimana mestinya. Ababila seorang guru telah terkondisi seperti ini, maka stempel guru teladan dari siswa, tentu telah melekat pada guru tersebut.

Stempel guru teladan dari sisi rekan sejawat di kantornya, maupun di komunitasnya akan terjadi apabila guru tersebut telah menjadi pusat solusi dan pusat inspirasi bagi rekan sekantor dan sekomunitasnya. Sedangkan stempel dari masyarakat akan terjadi apabila di lingkunan dimana dia tinggal, guru tersebut telah dijuliku tokoh masyarakat. Sebutan tokoh oleh masyarakat tentu tidak sembarangan. Dia tentu telah mencapai pada tahapan tertentu di masyarakat. Misal telah berhasil memimpin kampungnya, berhasil menjadi panutan bagi warga di kampunya, dia menjadi pusat informasi, solusi, dan inspirasi bagi masyarakat dimana dia tinggal.

Ketika seorang guru telah mendapat stempel guru teladan dari siswa-siswanya, dari rekan-rekannya, dari komunitasnya, dan dari masyarakat dimana dia tinggal, maka guru inilah  yang telah pantas menyandang guru teladan. Guru yang demikian ini tentu pantas lolos menjadi guru teladan pada seleksi formal yang diselenggarakan oleh lembaga yang relevan, baik Dinas Pendidikan Kabupaaten/Kota, Provinsi, maupun Kementerian Pendidikan Nasional, dan lembaga-lembaga lain yang relevan.

Kesimpulannya adalah:

  1. Menjadi guru teladan perlu perjuangan panjang dan selalu konsisten
  2. Menjadi guru teladan tidak cukup hanya seleksi formal
  3. Menjadi guru teladan perlu diawali oleh penilaian non formal baik oleh siswa-siswanya, rekan sekantornya, maupun oleh komunitasnya.
  4. Guru adalah figur teladan, maka guru teladan adalah teladannya teladan

January 17, 2011

Pengangkatan Kaur Desa yang Kontroversi (Catatan dari Kebumen)

Filed under: Informasi — samiranshamir @ 8:08 am

Liburan Sekolah kemaren saya jalan-jalan ke daerah Kebumen, bersama keluarga dan menginap di sebuah desa tempat saya lahir. Kebetulan di desa tersebut baru saja dilaksanakan seleksi calon Kaur (kepala urusan) pemerintahan dan telah ada pengumuman siapa yang lolos dan jadi, sehubungan dengan dia telah memenuhi syarat sebagaimana Peraturan Bupati Kebumen no 7 tahun 2007 tentang “TATA CARA PENCALONAN, PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN PERANGKAT DESA”, Namun dari kacamata seorang yang biasa membuat penilaian di institusi pendidikan, nampaknya ada kejanggalan dalam menentukan peringkat. Kebetulan saya sempat diberi dan membaca serta mencermati hasil penilaian panitia, yang dapat saya catat seperti berikut:(nama peserta seleksi sebut saja A, B, C, D, E, F)

  1. Nilai A : praktik komputer 4,85     Pidato 7,0  tertulis 49, maka jumlah nilai 60,875
  2. Nilai B : praktik komputer 4,375   Pidato 8,3  tertulis 56, maka jumlah nilai 68,675
  3. Nilai C : praktik komputer 7,250   Pidato 7,3  tertulis 53, maka jumlah nilai 67,550
  4. Nilai D : praktik komputer 8,250   Pidato 8,8  tertulis 54, maka jumlah nilai 71,050
  5. Nilai E : praktik komputer 2,125   Pidato 5,1  tertulis 43, maka jumlah nilai 50,225
  6. Nilai F : praktik komputer 4,125   Pidato 7,1  tertulis 60, maka jumlah nilai 71,225

Dari data di atas, jelas yang peringkat satu dan calon jadi adalah F, karena jumlah nilainya paling tinggi. Namun kalau saya amati dan cermati, nampaknya ada kejanggalan dalam penilaian. penilaian praktik komputer dan pidato menggunakan rentang 0 s.d. 10, sementara nilai tertulis menggunakan rentang 0 s.d 100. Andaikan nilai tertulis juga menggunakan rentang nilai 0 s.d. 10, tentu hasil akan berbeda. Apalagi antara B, D, dan F, perbedaannya sangat kecil.   apabila nilai tertulis diconversi ke rentang 0 s.d. 10, maka hasil akhir adalah A : 16,75 B : 18,275 C : 19,85 D : 22,45 E : 11,525 F : 17,225 Maka urutan peringkatnya adalah D, C, B, F, A, E,  dan yang peringkat satu dan jadi mestinya D. Apabla nilai tertulis bobotnya dibuat 2, sedangkan Komputer dan pidato berbobot 1 maka hasil akhirnya adalah: A : 21,65 B : 23,875 C : 25,15 D : 27,85 E : 15,825 F : 23,225 Maka urutan peringkatnya adalah D, C, B, F, A, E, dan yang peringkat satu dan jadi mestinya D Apabila nilai tertulis bobotnya dibuat 5, sedangkan Komputer dan pidato berbobot 1 maka hasil akhirnya adalah A : 36,35 B : 40,675 C : 41,05 D : 44,05 E : 28,725 F : 41,225 Maka urutan peringkatnya adalah D, F, C, B, A, E, dan yang peringkat satu dan jadi mestinya D Ketika perbandingan bobot nilai tertulis sudah dibuat sangat besar (yakni 5, sementara yang lain 1) untuk ukuran norma penilaian pun, D masih tetap peringkat I, dan terpautnya cukup jauh dengan peringkat II dan III. Namun sangat ironis ketika diumumkan kok yang peringkat I justru yang F, sehingga yang dilantik sebagai Kaur pun F. Sekarang adalah era komputer yang notabene dasar dari penguasaan teknologi informasi, kecenderungannya sangat sulit, orang dengan nilai komputer 4,125 mengalahkan orang yang nilainya 8,250. Pertanyaan besar sekarang adalah: Ada apa dengan F Kalau dikaitkan dengan Peraturan Bupati Kebumen no 7 tahun 2007 tentang “TATA CARA PENCALONAN, PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN PERANGKAT DESA”, Pasal 4 menyebutkan bahwa:

  1. (ayat 1) Pengisian Perangkat Desa Lainnya ditempuh melalui pengangkatan setelah diilakukan penjaringan dan penyaringan oleh Panitia Pelaksana Pengisian Perangkat Desa Lainnya.
  2. (ayat 4) Panitia Pelaksana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak boleh mempunyai pertalian keluarga sedarah dan keluarga semenda dengan Bakal Calon Perangkat Desa Lainnya sampai dengan derajat kesatu.
  3. (ayat 5) Untuk membantu kelancaran pelaksanaan pengisian Perangkat Desa Lainnya, Bupati membentuk Panitia Pengarah dan Pengawas Pengisian Perangkat Desa Lainnya.

Pasal 5 ayat 3 Panitia Pelaksana Pengisian Perangkat Desa Lainnya mempunyai tugas

  1. huruf e : menyusun naskah ujian tertulis, wawancara dan/atau praktek
  2. huruf f : melaksanakan ujian tertulis, wawancara dan/atau praktek

Pasal 5 ayat 5 huruf b menyatatakan bahwa : Panitia Pelaksana Pengisian Perangkat Desa Lainnya berkewajiban memperlakukan Bakal Calon Perangkat Desa Lainnya secara adil dan setara; Timbul pertanyaan lagi

  1. Ada apa dengan F
  2. Ada apa dengan Panitia
  3. Apakah Panitia Pengarah dan Pengawas bentukan Bupati Kebumen kecolongan? Atau

Apabila memang penilaian pada seleksi Kaur Pemerintahan di desa tersebut keliru, masih ada waktu untuk merevisi. Apabila yang harus jadi memang yang bernama D, masih ada waktu untuk merevisi juga, meskipun sudah ditetapkan, UUD 45 saja bisa diamandemen kan? Tulisan ini hanyalah sebatas “ngudo roso” dari seorang yang berkecimpung di dunia pendidikan. Semangatnya adalah ingin memberi masukan dan kritikan kepada pihak-pihak yang terkait untuk hati-hati kalau melakukan kerja yang berkaitan dengan kepentingan hidup orang lain. Terutama kepada Pemda Kabupaten Kebumen, tempat saya lahir, daerah yang saya cintai, daerah yang tidak mungkin saya lupakan hingga kapanpun, untuk lebih cermat dalam melakukan monitoring dan pengawasan di aspek manapun, dengan harapan Kabupaten Kebumen tetap kabupaten tempatnya para santri, yang salalu mengepankan pengamalan Islam secara total, demi kejayaan Kebumen, kini dan masa datang, jauh dari praktik money politic, Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Mohon maaf apabila tulisan ini menggau pihak-pihak tertentu. Catatan:

  1. Kebetulan penulis menyimpan lembar daftar nilai peserta ujian kaur pemerintahan yang asli dari salah satu desa di Kecamatan Kuwarasan, yang ditandatangani Ketua Panitia tanggal 25 Oktober 2010.
  2. A, B, C, D, E, dan F adalah nama samaran, karena memang peserta seleksi berjumlah 6 orang
  3. Kebetulan, penulis biasa membuat nilai pada para peserta didik, sehingga ketika ada penilaian yang dirasa tidak biasa, ingin mengkritisi.

August 14, 2010

Khutbah Jumat 15

Filed under: Kumpulan Khutbah Jumat — samiranshamir @ 4:23 am

(more…)

Khutbah Jumat 14

Filed under: Kumpulan Khutbah Jumat — samiranshamir @ 2:23 am

ISRA MIKRAJ NABI MUHAMMAD SAW DARI SISI SAIN

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah diberkahi sekelilingnya oleh Allah agar Kami perhatikan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS Al Isra:1)

Dalam tinjauan Agus Mustofa (2006:11), setidak-tidaknya ada delapan kata kunci yang menjadi catatan penting dan menuntut pemahaman kita menembus batas-batas langit untuk menafsir perjalanan kontroversial ini. Baiklah, jika kita mencoba untuk menguraikan makna kata-kata tersebut, maka akan menjadi seperti ini:

Catatan pertama, terdapat pada akata Subhanallah, Maha Suci Allah. Hal ini mengisyaratkan bahwa persitiwa ini sangat luar biasa. Saking spesialnya kejadian ini, Allah sendiri memuji diri-Nya dengan ucapan Subhanallah. Barangkali inilah salah satu bukti bahwa Allah adalah Maha dari segala Maha. Maha tanpa batasan ruang, waktu, bahkan massa. Sehingga lanjut Quraish Shihab (1992:338), peristiwa ini membuktikan bahwa ‘ilm dan qudrat Tuhan meliputi dan menjangkau, bahkan mengatasi segala yang finite (terbatas) dan infinite (tak terbatas) tanpa terbatas ruang dan waktu.

Catatan kedua, adalah dalam kata asraa, yang telah memperjalankan. Ini berarti bahwa perjalanan Isra Mi’raj bukan atas kehendak Rasulullah, melainkan kehendak Allah. Rosul tidak adakan sanggup tanpa diperjalankan Allah.

Oleh karena itu lanjut Agus Mustofa(2006:15), Allah lantas mengutus malaikat Jibril untuk membawa Nabi menjelajah ‘ruang’ dan ‘waktu’ didalam alam semesta ciptaan Allah. Mengapa Jibril? Sebab Jibril merupakan makhluk dari langit ke tujuh yang berbadan cahaya. Dengan badan cahayanya itu, Jibril bisa membawa Rasulullah melintasi dimensi-dimensi yang tak kasat mata.

Pembuktian menurut ilmu Fisika Lanjut Mudhary (1996;28), bahwa eter menjadi zat pembawa sekaligus pelantara daya elektromagnetik. Eter adalah udara yang ringan sekali, lebih ringan dari udara yang dihirup oleh manusia: O2. Dalam bahasa Arab disebut dengan “Itsir”. Jika eter bergetar, niscaya membutuhkan pula zat pembawa yang lebih halus lagi dari eter itu sendiri, agar getaran eter itu bisa tersebar ke mana-mana.

Sedangkan menurut Ilmu Metafisika, Rasul naik ke ruang angkasa melakukan perjalanan Mi’rajnya tentu membutuhkan zat pembawa yang lebih halus dari jiwa atau rohaninya. Oleh karena itu, makhluk hidup yang memiliki dua jasad: jasmani dan rohani, tentu diperlukan zat pembawa yang lebih halus dari rohani itu sendiri dan mampu mengangkat jasmani Rasul sekaligus. Dan ternyata makhluk yang sangat halus itu bernama Jibril.

Selain Jibril, perjalanan super istimewa itu disertai juga oleh kendaraan spesial yang didesain Allah dengan sangat spesial bernama Buraq. Ia adalah makhluk berbadan cahaya yang berasal dari alam malaikat yang dijadikan tunggangan selama perjalanan tersebut. Buraq berasal dari kata Barqum yang berarti kilat. Maka, ketika menunggang Buraq itu mereka bertiga melesat dengan melebihi kecepatan cahaya sekitar 300.000 kilometer per detik (Mustofa, 2006:15).

Jika kecepatan Buraq diambil serendah-rendahnya setara dengan perbandingan kecepatan elektris saja: 300.000 kilometer per detik, maka jarak anatara Masjidil Haram di Mekkah dengan Masjidil Aqsha di Palestina yang berjarak 1.500 kilometer, hanya memakan waktu 1/200 detik. Padahal, Buraq adalah makhluk hidup yang kecepatannya pun bisa melebihi kecepatan elektris tadi. Sementara kecepatan cahaya adalah kecepatan paling tinggi yang telah dihasilkan Fisika Modern, berdasarkan keputusan kongres Internasional tentang Standar Ukuran yang digelar di Paris tahun 1983: bahwa kecepatan cahaya berada dalam ruang vakum sebesar 299.792.458 meter per detik dibulatkan sekira 300.000 kilometer per detik (Ahmad, 2006:168)

Tentu saja kecepatan setinggi itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang benda. Hanya sesuatu yang sangat ringan saja yang bisa memiliki kecepatan yang bisa melebihi kecepatan cahaya. Bahkan, saking ringannya, maka sesuatu itu harus tidak memiliki massa sama sekali. Yang bisa melakukan kecepatan itu hanya photon saja, yaitu kuantum-kuantum penyusun cahaya. Bahkan, electron sekali pun yang bobotnya hampir nol sekalipun tidak dapat memiliki kecepatan setinggi itu.

Sedangkan manusia terkonstruksi dari satuan-satuan utama yang sangat kecil dinamakan sel. Jumlahnya sekitar 390 milyar. Sel tubuh ini tidak sama, baik bentuk, besar, maupun fungsinya. Sel-sel ini tidak terpisah satu sama lain, tetapi hidup dalam organisasi yang harmonis (Pasya, 2004:250). Sel-sel itu tersusun dari molekul-molekul. Baik yang sederhana maupun molekul yang kompleks. Mulai dari H2O, sampai pada molekul asam amino atau proteir kompleks lainnya. Dan jika dicermati, maka molekul itu juga tersusun dari bagian-bagian yang lebih kecil disebut atom. Dan atom ini pun tersusun dari partikel-partikel sub atomik seperti: proton, neutron, elektron, dan sebagainya.

Manusia memiliki bobot, jangankan untuk dipercepat dengan kecepatan setingkat kecepatan cahaya. Dengan percepatan beberapa kali gravitasi bumi (G) saja, sudah akan mengalami kendala serius, bahkan bisa meninggal dunia. Dalam ilustrasinya, Agus Mustofa (2006:17) memberi gambaran tentang seorang pilot yang melakukan manuver di angkasa. Ketika ia melakukan gerakan vertikal naik ke langit atau manuver ‘jatuh’ ke bumi misalnya, saat itu badannya akan mengalami tekanan alias beban yang sangat berat bergantung pada besarnya percepatan yang ia lakukan.

Jika pilot bermanuver ke langit dengan percepatan dua kali gravitasi bumi (2G), maka badannya akan mengalami tekanan dua kali lipat dari biasanya. Jika bobot pilot dalam kondisi normal 80 kg misalnya, maka pada saat melakukan manuver bobotnya akan menjadi 160 kg. Bahkan jika percepatannya lebih tinggi lagi, rasa ‘nyuut’ di otak akan semakin besar. Seperti orang yang jatuh bebas ke dalam sebuah sumur yang dalam. Bisa-bisa seseorang akan mengalami ‘hilang kesadaran’. Apalagi manuver pilot dengan kecepatan 5G, pilot yang tidak terlatih bisa-bisa mengalami balck out alias semaput atau pingsan di angkasa.

Nabi Muhammad adalah manusia biasa yang memiliki struktur sama dengan pilot dalam ilustrasi tadi ketika ia melakukan perjalanan Isra Mi’raj tersebut? Lalu bagaimana jasmani Muhammad mampu menembus lapisan langit dengan bantuan kecepatan cahaya ? Apakah Muhammad di-Isra-kan dan di-Mi’raj-kan dengan jasmani dan rohaninya sekaligus?

Salah satu ‘skenario rekonstruksi’ untuk mengatasi problem ini adalah teori Annihilasi. Teori ini mengatakan bahwa setiap materi (zat) memiliki anti materi. Dan jika materi dipertemukan atau direaksikan dengan anti materinya, maka kedua partikel tersebut bakal lenyap berubah menjadi seberkas cahaya atau sinar gama (Mustofa, 2006:20).

Hal ini telah dibuktikan di laboratorium nuklir masih dalam buku yang sama (2006:20), bahwa jika ada partikel proton dipertemukan dengan antiproton, atau elektron dengan positron sebagai antielektronnya, maka kedua pasangan partikel tersebut akan lenyap dan memunculkan dua buah sinar gama, dengan energi masing-masing 0,11 MeV untuk pasangan elektron dan 938 MeV untuk pasangan partikel proton. Sebaliknya, jika ada seberkas sinar Gama yang memiliki energi sebesar itu dilewatkan medan inti atom, maka sinar tersebut lenyap berubah menjadi dua buah pasangan partikel seperti di atas. Hal ini menunjukan bahwa materi memang bisa berubah menjadi cahaya dengan cara tertentu, yang disebut sebagai reaksi Annihilasi.

Nah, proses pengubahan materi menjadi cahaya terjadi sesaat sebelum perjalanan Isra Mi’raj dimulai, yakni ketika Rasul disucikan oleh Jibril di dekat sumur zam-zam. Bisa dikatakan jika proses ini adalah proses operasi hati Muhammad dengan air zam-zam. Jibril melakukan manipulasi terhadap sistem energi menjadi badan cahaya. Dengan kesiapan ini, Muhammad siap untuk dibawa melalui kawalan Jibril dengan mengendarai Buraq menembus batas langit hingga akhirnya berjumpa dengan Sang Pemilik Cahaya Abadi

Catatan ketiga, terdapat dalam kata ‘abdihi, Hamba-Nya. Hal ini berarti bahwa tidak semua orang mampu melakukan perjalanan Isra Mi’raj. Perjalanan fantastis yang hanya bisa dilakukan oleh manusia yang sudah mencapai tingkatan ‘abdihi, hamba-Nya. Atau dalam istilah Quraish Shihab sebagai insan kamil.

Catatan keempat, dalam kata laila, malam hari. Perjalanan spesial ini dilakukan pada malam hari dan bukan siang hari. Kenapa? Inilah dia bukti kebesaran Tuhan Sang Maha Gagah itu. Ia mengendalikan perjalanana Isra Mi’raj dengan apik dan sangat canggih. Apalagi alasan logis mengenai hal itu, bahwa pada siang hari radiasi sinar matahari demikian kuatnya, sehingga bisa membahayakan badan Nabi Muhammad yang sebenarnya memang bukan badan cahaya. Badan nabi yang sesungguhnya tentu saja adalah materi. Perubahan menjadi badan cahaya itu bersifat sementara saja, sesuai kebutuhan untuk melakukan perjalanan bersama Jibril. Dengan melakukannya pada malam hari, maka Allah telah menghindarkan Nabi dari interferensi gelombang yang bakal membahayakan badannya. Suasana malam memberikan kondisi yang baik buat perjalanan itu (Mustofa, 2006:25).

Sebagai gambaran sederhana, ketika di malam hari kita menyalakan radio, maka gelombang yang kita tangkap akan jernih dan lebih mudah dari siang hari. Sebab gelombang radio tersebut tidak mengalami gangguan terlalu besar yang saling bersinggungan dengan gelombang lainnya. Begitulah gambaran sederhananya,

Catatan kelima, terdapat dalam kata minal Masjidil haram ilal masjidil Aqsha, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Perjalanan ini dimulai dari mesjid ke mesjid, sebab mesjid adalah bangunan yang memiliki energi positif. Disanalah orang-orang berusaha untuk menyucikan diri, mendekat, bahkan merapat kepada Tuhannya. Masing-masing mesjid tersebut ibarat tabung energi positif bagi perjalanan Nabi.

Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha dijadikan sebagai terminal pemberangkatan dan kedatangan. Hal ini mirip dengan tabung transmitter dan recieveri, yang dipergunakan dalam proses perubahan badan Nabi Muhammad dari materi menjadi cahaya jauh lebih mudah. Apalagi proses itu melalui ‘operasi’ lewat pelantara Jibril yang memang makhluk cahaya. Maka semuanya berjalan sesuai kehendak Allah. Dia-lah yang berkehendak, sedang Jibril yang melaksanakannya (Mustofa, 2006:28).

Catatan keenam, yakni dalam kata baaraknaa haulahu, Kami berkahi sekelilingnya. Perjalanan ini adalah perjalanan yang tak lazim. Oleh karena itu Allah mempersiapkan semua fasilitas dengan keberkahan untuk menjaga kelancaran perjalanan sekali dalam sepanjang sejarah manusia.

Nah, disinilah pentingnya Allah menjaga lingkungan sekitar perjalanan Isra Mi’raj agar tidak terjadi hal-hal yang merusak. Sebab, jika badan Rasul tiba-tiba berubah menjadi ‘badan materi’ lagi saat melakukan perjalanan berkecepatan tinggi itu, maka badannya bisa terurai menjadi partikel-partikel kecil sub atomik, tidak beraturan lagi. Untuk itulah, keberkahan itu selalu ada; di setiap tempat di setiap keadaan, bahkan tak mengenal tempat, waktu, dan keadaan sekalipun.

Catatan ketujuh, terdapat dalam kata linuriyahu min ayaayaatina, tanda-tanda kebesaran Allah. Tepat sekali Isra Mi’raj sebagai salah satu tanda kebesaran Allah yang Maha Hebat. Dalam perjalanan itu Rasul menyaksikan pemandangan yang tidak pernah beliau saksikan sebelumnya. Terutama ketika melintasi dimensi-dimensi langit yang lebih tinggi pada saat Mi’raj ke langit ke tujuh. Tanda kebesaran dan keagungan Allah ini terhampar di jagat raya. Dan dengan tanda-tanda itu, seseorang mukmin bisa melakukan ‘dzikir sekaligus pikir’ sehingga menghasilkan kedekatan diri kepada Allah Azza wa Jalla.

Dan kata kunci yang ke delapan adalah innahu huwas samii’ul bashir, sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat. Ini adalah proses penegasan informasi kalimat sebelumnya. Dengan adanya kalimat ini, Alalh memberikan jaminan kepada kita bahwa apa yang telah Dia ceritakan dalam ayat ini adalah benar adanya. Kenapa? Karena berita ini datang dari Allah, Tuhan yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Maka tak perlu ada keraguan tentang kisah fenomenal ini (Mustofa, 2006:41).

August 7, 2010

One Night Stand

Filed under: psikhologi — samiranshamir @ 1:16 am

One Night Stand

(Kesenangan Seks Tanpa Keterikatan)

I like one night stand! No face, no name, no number!

Petikan komentar ini terambil dari tulisan menyoal “One Night Stand” (ONS). Istilah One Night Standsendiri bukan dimaksud gaya bercinta dengan berdiri semalaman. Tepatnya, One night stand adalah petualangan seks semalam bersama orang yang baru dikenal dan berakhir di ranjang. Petualangan itu digambarkan penuh dengan passion, terselip ke-sembrono-an juga keberanian karena pelakunya bersedia berbagi tubuh dan nikmat bersama seseorang, tanpa perlu kenal wajah, tanpa perlu tahu nama bahkan identitasnya. One Night Stand, diartikan juga sebagai casual sex yang berarti bercinta tanpa komitmen, dan juga telah mengalami pergeseran istilah, yaitu sex buddy atau mitra seks. Sebuah aktivitas seks yang bisa dilakukan kapan saja dan dengan siapa saja, berprinsip pada “have fun, no more! Without love, comitment and married” Sesuatu yang dianggap ‘tabu’ dan dosa itu, di budaya Indonesia yang masih ‘timur’ ini sepertinya kini makin bisa dimaklumi. Bagai terseret arus ‘Barat’, ONS pun menjalar di semua kalangan, sah-sah saja dilakukan, asal ‘suka sama suka’, ayo saja! Sebuah fenomena ‘petualangan seks semalam’ ini bahkan telah menjalar di kalangan wanita-wanita muda, sukses, mapan, pun para lajang dan sebagian wanita menikah. Jumlahnya yang kian hari semakin bertambah seperti sebuah penunjukan atas refleksi emansipasi yang nyaring diserukan di kalangan perempuan. Demi memperjuangkan kesetaraan hak dengan kaum pria, dalam hal kebebasan menikmati seks pun para wanita juga ingin mengambil peran. Namun dari sebuah penelitian yang pernah dilakukan, terkait kebebasan seks, pria ternyata masih lebih mahir melakukan One Night Stand ketimbang wanita. Mahir disini dalam artian, pria terbiasa melakukannya tanpa merasa takut, rileks dan tanpa beban. Meminjam istilah asingnya ‘no hard feeling’. Artinya tak ada perasaan apapun yang terlibat disana, “kita suka, kita nikmati yang tersaji malam ini, tentang cinta? maaf-maaf saja, aku tak punya”

Professor Anne Campbell dari Universitas Durham Inggris sempat melakukan penelitian terhadap 1.743 pelaku ONS, termasuk pria dan wanita. Anne menanyakan tentang perasaan mereka setelah menjalani One Night Stand, dan ternyata sebebas-bebasnya wanita menikmati seks, mereka justru didera perasaan bersalah dan menyesal setelah petualangan seks itu berakhir. Sedang berkebalikan dari wanita, 80% peserta pria yang disurvei malah merasakan hal positif. Itu karena kebanyakan pria merasa bangga menceritakan ‘petualangan seks semalam’ kepada teman-temannya, sedang wanita memilih untuk menyimpan rapat-rapat pengalaman one night stand-nya. Lalu jika wanita sakit ‘patah hati’, sebagai akibat ia terlalu melibatkan perasaannya saat pertemuan singkat di ranjang itu disudahi, lantas perlukah kita menyalahkan si wanita, “salah sendiri pakai perasaan..” Sebuah kewajaran saya pikir, jika dua insan saling bertemu di suatu malam, terlibat pembicaraan intim yang berakhir di ranjang, dan lantas si wanita mengharap lebih dari sekedar seks. Kompensasi atas passion yang deras mengalir dalam tubuhnya terhadap si pria adalah kata cinta atau sayang yang terucap. Ini seperti pembenaran atas sebuah ungkapan lama “pria mencinta untuk mendapatkan seks, sementara wanita memberikan seks untuk mendapatkan cinta” Sayangnya, dari seribu ‘petualangan seks semalam’ hanya segelintir pasangan ONS yang bersedia bertemu kembali dan terlibat cinta sejati. Seperti yang diungkap Anne dalam penelitiannya, bahwa perbedaan yang mendasar antara pria dan wanita yang menjalani ‘petualangan seks semalam’ adalah bahwa pria hanya menyukai hubungan jangka pendek dengan berbeda-beda pasangan. Sementara wanita, lebih mementingkan kualitas bercinta dari sekedar kuantitasnya saja. Namun benar, jika wanita butuh usaha keras untuk menerima kenyataan atas ‘petualangan seks semalam’ yang berujung patah hati. Alih-alih ingin membuat si pria sadar dan bersedia melihat bahwa cinta itu telah hadir, menelusup  tanpa permisi di bilik hati sang wanita, ada kesediaan mereka, para wanita itu untuk bersedia mengulang kembali ‘petualangan seks semalam’. Menyedihkan memang, namun inilah suguhan faktanya. Bahwa ternyata seks tak selalu bisa mempengaruhi perasaan pria untuk berubah dan lalu mencinta.

Harapan sebuah petualangan seks semalam yang unforgetable, kenyataannya pun bisa juga jadi fatal. Gairah yang memburu dan melesak keluar sanggup mematikan perasaan, juga logika, hingga karena bujuk dan rayu “ngga perlu pengaman, lebih enak, kok” kenikmatan sesaat itu tak lagi jadi indah dan terkenang. Ya, kondom sebagai pencegah dan pengaman atas seks bebas, yang lupa atau sengaja tidak digunakan bisa jadi memperburuk masa depan para pelakon ONS. Kehamilan di luar nikah atau penyakit kelamin bersiap menjadi ancaman serius sebuah kesenangan tanpa keterikatan.

sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/wanita/2010/08/04/952/One-Night-Stand-Kesenangan-Seks-Tanpa-Keterikatan

Pria Cenderung Selingkuh

Filed under: psikhologi — samiranshamir @ 1:02 am

MENGAPA PRIA CENDERUNG BERSELINGKUH?

Banyak pemicu yang mendorong seseorang untuk selingkuh, dan beberapa alasannya mungkin akan mengejutkan. PoliPria cenderung selingkuhng pernah dilakukan terhadap pria dari berbagai profesi yang berusia 25-35 tahun. Dari mereka terungkap, ada perbedaan yang  ukup krusial antara batasan selingkuh di mata pria dan wanita. Sebagian pria mengatakan, jika hanya kencan biasa itu bukan selingkuh. Sedang yang lain mengatakan, seseorang baru dikatakan selingkuh jika sudah melakukan hubungan fisik, seperti one night stand. Dari para pria yang pernah berselingkuh kemudian muncul pertanyaan, mengapa mereka (pria) bisa sampai jatuh dan tidak tahan tergoda untuk mendua? Berikut ini alasan para pria berselingkuh,

1. Kepuasan seks

Siapa pria yang tidak akan tergoda wanita dengan lekuk tubuh indahnya, dada yang berisi atau kulit putih bak porselen.  Seperti halnya Adam yang tergoda Hawa, pria terkadang tak bisa menahan hasratnya untuk berpetualang ke lain hati demi mencari kepuasan seks.

2. Bakat alam

Pria diciptakan sepaket dengan tingkat ego mereka yang tinggi. Hal ini terkait dengan dorongan biologis pria,
sebuah bakat alam yang dimiliki pria dan telah berevolusi selama jutaan tahun. Bagi sebagian pria, kehidupan
monogami (pernikahan seumur hidup) yang dijalaninya adalah suatu pengikat dalam satus sosialnya yang ketat membelenggu. Maka saat ada kesempatan bertemu orang-orang baru di luar kehidupannya, pria dengan egonya yang tinggi lantas berusaha menunjukkan eksistensinya, untuk menaklukkan wanita.

3.  Rebounds

Alasan klasik ini masih sering digunakan para pria untuk melegalkan perselingkuhan mereka. Dengan alasan ego dan harga diri yang terinjak-injak, pria yang diselingkuhi pasangannya terlebih dulu lantas berusaha membalas dengan melakukan perselingkuhan “kalau kamu bisa, kenapa aku tidak?”

4. Rehat dari Komitmen

Saat hubungan mulai berjalan serius, ada komitmen yang harus dipegang. Komitmen ini lantas
membuat pria terpenjara dan merasa terbebani. Untuk mengatasinya, pria butuh pelarian sesaat, dan yang mereka pilih adalah perempuan lain.

5. Perubahan standar

Cara pandang terhadap pasangan seiring berkembangnya hubungan mengalami pergeseran. Saat kebutuhan lain yang jadi prioritas pria, sekarang tak lagi bisa dipenuhi pasangannya, maka untuk memenuhi inginnya saat ini, ia lantas mencari-cari sosok yang ideal di luar.

6. Suka tantangan

Mengacu pada poin 2 bahwa pria diciptakan dengan ego yang tinggi, maka beberapa pria mengganggap perselingkuhan seperti sebuah tantangan. Pria merasa egonya terpenuhi, merasa lebih hebat dan bangga dengan petualangan yang dilakukannya. Meski butuh nyali besar dan kelihaian mengatur strategi bermain api, bagi pria itulah serunya. Selain bisa menikmati asiknya meluluhkan hati wanita.

7. Minder

Sebagai pria, ada perasaan minder melihat kesuksesan pasangannya. Egonya sebagai pria seperti berada di titik nadir.  Efek karambol atas keminderannya adalah munculnya perasaan tidak nyaman. Dan untuk mengatasinya, pria lantas mencari-cari cara agar bisa keluar sementara dari zona tidak nyaman itu.

8. Just for fun

Jika wanita bicara dengan hati dan perasaan, maka pria tidak. Karenanya pria jarang terlibat emosi saat terlibat asmara dengan perempuan lain yang bukan pasangannya. Bagi mereka, toh, hanya sekedar bersenang-senang dan ‘no hard feeling

Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/wanita/2010/08/06/953/Kenapa-Pria-Selingkuh

April 14, 2010

MIR Mengatasi Pendidikan di Indonesia

Filed under: Pendidikan — samiranshamir @ 1:10 am

Pendidikan di Indonesia, dapat dikatakan “selalu memakan korban kebingungan para orang tua”, yang pada tahun ajaran baru harus memasukkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi. Betapa tidak? Sekolah di Indonesia masih mendewakan kecerdasan kognitif (maksudnya IQ), yang ukurannya dilihat dari perolehan nilai hasil Ujian Nasional (UN). Sekolah-sekolah yang dianggap favorit selalu diserbu anak-anak yang nilai UN-nya tinggi, sedangkan sekolah “pinggiran” meskipun terletak di tengah kota, justru kekurangan pendaftar. Ketika seleksi diadakan, baik berbasis jumlah nilai UN maupun (katanya) “tes potensi akademik” yang diselenggarakan sekolah tersebut, namun kecenderungannya adalah memilih calon siswa yang kecerdasan IQ nya tinggi. Apabila seperti ini yang terjadi, bagaimana dengan nasib anak yang ranah kognitifnya cenderung jelek tapi tinggi di bidang yang lain? misal di ranah linguistik, visual spasial, musikal, kinestetis, interpersonal, intrapersonal dan naturalis? mereka seolah tidak punya tempat. Padahan dengan mengetahui keunggulan anak pada ranah tertentu, ditunjang stategi mengajar guru yang disesuaikan dengan karakter belajar anak (sesuai keunggulannya), maka tingkat keberhasilan anak dalam belajar relatif sama. Karena itulah Howard Gardner mengatakan tidak ada anak yang bodoh. Tinggal bagaimana strategi mengajar guru yang harus menyesuaikan dengan karakter belajar anak sehingga proses belajar anak menjadi maksimal, hasil belajar anak menjadi optimal. Anak-anak yang tidak unggul di ranah kognitif, tetapi unggul di ranah yang lain, pada sistem pendidikan yang diberlakukan sekarang ini di Indonesia, cenderung terbelenggu. Mereka dicap sebagai orang/anak bodoh, yang dipinggirkan. Merekapun menjadi cenderung menilai dirinya tidak berguna, kurang punya masa depan, minder, dan sebagainya. Apa pendidikan model ini akan tetap dipertahankan Mudah-mudahan Pemerintah Indonesia dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional, mendengar dan mencermati teori Multiple Intelligence dari Howard Gardner, yang tidak pernah melihat ada anak bodoh. Semua anak adalah pandai, sehingga proses penerimaan peserta didik (PPD)pun ke depan tidak berbasis UN tetapi berbasisi “urutan mendaftar”, dengan konsekwensi semua calon siswa dianggap mempunyai peluang yang sama untuk berhasil, meskipun harus memanage guru untuk menjadi agen perubahan dan agen pembelajaran yang menyenangkan bagi siswanya. Agar guru dapat mengetahui karakter belajar anak yang mempunyai keunggulan di rahah tertentu yang berbeda-beda, maka di awal tahun sekolah perlu menyelenggarakan Multiple Intelligence Research (MIR). Hasil MIR ini juga digunakan untuk mengelopokan siswa masuk kelas A, B, C, dan sebagainya, Jadi pembagian kelas tidak didasarkan atas nilai UN dari mereka tetapi berdasarkan kesamaan karakter belajar siswa.

Kesalahan Facebooker

Filed under: Informasi, Pengetahuan, Teknologi informasi — samiranshamir @ 1:04 am

6 KESALAHAN FATAL FACEBOOKER

Menurut survey, 30% perusahaan menggunakan Facebook untuk menilai calon pegawainya. Jadi, jangan sembarang menulis atau meng-upload sesuatu di account Anda. Hindari 6 kesalahan fatal di bawah ini.

1. Foto profil yang kurang “sopan”
Sekilas tidak ada yang salah dari memasang foto profil yang menunjukkan Anda sedang berpose menggoda atau menenggak sebotol minuman keras. Namun jika foto tersebut dilihat oleh calon atasan, imej profesional Anda akan langsung runtuh.

2. Mengeluh tentang pekerjaan
Bisa berupa keluhan tentang pekerjaan yang menumpuk, atau uneg-uneg akan atasan yang tidak kompeten. Mengeluh itu wajar, namun jika Anda melakukannya di forum publik, lain lagi ceritanya.

3. Menulis sesuatu yang bertentangan dengan isi CV
Anda menulis 1984 sebagai tahun lahir Anda di dalam CV. Tapi di Facebook, tahun lahir Anda 1979. Sekecil apapun perbedaan data diri tersebut, Anda beresiko dicap tidak jujur. Minimal ceroboh dan tidak teliti.

4. Menulis status “mengadu”
Hati-hati saat menulis status seperti, “Tommy nggak masuk hari ini karena “sakit”, padahal lagi liburan di Bali. Sementara aku terkurung dengan kerjaan yang menumpuk.” Bukan hanya nama baik teman Anda saja yang dipertaruhkan, tapi juga kredibilitas Anda sendiri. Anda akan terlihat licik dan tidak dapat dipercaya.

5. Tidak menggunakan fasilitas Privacy Setting
Kita dapat mengatur siapa saja yang bisa melihat profil lengkap kita, siapa yang tidak bisa melihat foto-foto tertentu, dsb. Sayangnya, tidak semua pengguna Facebook memanfaatkan fasilitas ini. Bahkan banyak yang tidak mengerti atau tidak tahu sama sekali.

6. Pencemaran nama baik
Anda sudah menjaga halaman Facebook Anda baik-baik sehingga terlihat profesional. Tiba-tiba seorang teman meng-upload foto Anda yang sedang mabuk, dan tentunya tak lupa men-tag Anda. Rajin-rajinlah mengecek Facebook Anda sehingga bisa langsung menghapus konten yang tidak diinginkan.

http://meme.yahoo.com/yahooindonesia/p/exJDZ-y/?cid=idtd

April 3, 2010

15. AL QURAN SEBAGAI OBAT

Filed under: Kumpulan Khutbah Jumat — samiranshamir @ 5:36 am

Banyak kasus penyakit di dunia ini, tidak dapat disembuhkan oleh medis, tetapi cukup dengan segelas air putih yang dibacakan ayat-ayat Al-Quran lalu sembuh.  Asma, jantung, paru-paru, kangker, tumor, kesurupan, gila, dan banyak lagi.

Firman Allah:

Artinya: Dan kami turunkan Al Quran suatu penawar (obat) bagi orang-orang yang beriman.. (QA : 17 : 82)

Tafsir Ayat

Ibnu Katsir rahimahullahu berkata: “Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan tentang kitab-Nya yang diturunkan kepada Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu Al-Qur`an, yang tidak terdapat kebatilan di dalamnya baik dari sisi depan maupun belakang, yang diturunkan dari Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji, bahwa sesungguhnya Al-Qur`an itu merupakan penyembuh dan rahmat bagi kaum mukminin. Yaitu menghilangkan segala hal berupa keraguan, kemunafikan, kesyirikan, penyimpangan, dan penyelisihan yang terdapat dalam hati. Al-Qur`an- lah yang menyembuhkan itu semua. Di samping itu, ia merupakan rahmat yang dengannya membuahkan keimanan, hikmah, mencari kebaikan dan mendorong untuk melakukannya. Hal ini tidaklah didapatkan kecuali oleh orang yang mengimani, membenarkan, serta mengikutinya. Bagi orang yang seperti ini, Al-Qur`an akan menjadi penyembuh dan rahmat. Adapun orang kafir yang mendzalimi dirinya sendiri, maka tatkala mendengarkan Al-Qur`an tidaklah bertambah baginya melainkan semakin jauh dan semakin kufur. Dan sebab ini ada pada orang kafir itu, bukan pada Al-Qur`annya. Dalam surat At-Taubah 124-125 pun dijelaskan,

DR. Ahmad Al-Qodi’, direktur utama islamic medicine for education and research yang berpusat di amerika sekaligus konsultan ahli sebuah klinik di panama city, Florida Amerika serikat telah melakukan penelitian tentang pengaruh Al Quran pada manusia dalam perspektif fisiologis dan psikologis yang terbagi dalam 2 tahapan. Tahap pertama bertujuan untuk menentukan kemungkinan adanya pengaruh Al Quran pada fungsi organ tubuh sekaligus mengukur intensitas pengaruhnya jika ada. Hasil eksperimen pertama ini membuktikan bahwa 97% responden, baik muslim maupun non-muslim, baik yang mengerti bahasa arab maupun tidak, mengalami beberapa perubahan fisiologis yang menunjukkan tingkat ketegangan urat syaraf reflektif. Hasilnya membuktikan bahwa Al Quran memiliki pengaruh yang mampu merelaksasi ketegangan urat syaraf tersebut. Fakta ini secara tepat terekam dalam sistem detektor elektronik yang didukung komputer guna mengukur perubahan apapun dalam fisiologi(organ) tubuh.

Dari penelitian tersebut juga di ketahui, bahwa ketegangan urat syaraf berpotensi megurangi daya tahan tubuh yang disebabkan terganggunya keseimbangan fungsi organ dalam tubuh untuk melawan sakit atau membantu proses penyembuhan. Sementara itu, eksperimen yang kedua diarahkan guna mengetahui apakah efek relaksasi yang di timbulkan Al Quran pada ketegangan syaraf beserta perubahan-perubahan fisiologis yang mengiringinya benar-benar disebabkan oleh kalimat-kalimat Al Quran sendiri secara definitif, tanpa memandang apakah kalimat-kalimat itu dapat dipahami oleh pendengar atau tidak. Dalam penelitian tersebut, para responden non-muslim yang tidak memahami bahasa arab diperdengarkan bacaan Al Quran dan bacaan teks bahasa arab yang dilantunkan dengan kesamaan instrumen dengan aspek lafal, bentuk dan melodi sehingga para responden tidak bisa membedakan keduanya karena memang mereka buta sama sekali dengan bahsa arab. dan ternyata, hasilnya cukup fositif. Eksperimen penyimakan bacaan al quran menunujukkan hasil hingga 65%. Hal itu berati bahwa voltase listrik pada otot relatif menurun, sehingga mengindidkasikan adanya efek relaksasi Al Quran pada sterss. Sementara pada bacaan berbahsa arab non Al Quran, pengaruh ini hanya terlihat 33% saja. Untuk melakukan hasil itu, pengulangan eksperimenpun dilakukan pada sejumlah responden dengan melakukan pengubahan ulang urutan bacaannya dengan non Al Quran. dan ternyata hasilnya tetap positif.

Hasil penelitian quranik yang dilakukan oleh DR. Ahmad Al-Qodi’ dalam kajian ini menunjukkan bahwa AlQquran memiliki pengaruh positif yang signifikan dalam menurunkan ketegangan (stres), dan ini dapat dicatat dan diukur secara kuntitatif maupun kualitatif. Pengaruh tersebut tampak dalam bentuk perubahan-perubahan yang terjadi pada arus listrik otot urat syaraf, juga perubahan pada daya tangkap kulit terhadap konduksi listrik, perubahan pada sirkulasi darah, serta perubahan pada detak jantung, kadar darah yang mengalir pada kulit dan suhu kulit yang kesemuanya saling terkait dan paralel dengan perubahan-perubahan aspek lain. Semua perubahan ini menunjukkan fungsi dan kinenja sistem syaraf otomatik(reflektif) yang lebih lanjut berpengruh pada organ-oragan tubuh yang lain serta fungsi-fungsinya. Karena itu, ditemukan adanya kemungkinan-kemungkinan tak terbatas pada pengaruh-pengaruh fisiologis yang bisa dihasilkan Al Quran.

Selain itu, sudah maklum adanya bahwa stres berpotensi menurunkan imunitas(daya kekebalan) tubuh, kemungkinan hal itu disebabkan oleh sekresi cortizol atau zat lain sebagai reaksi antara sistem syaraf dan sistem kelenjar endokrin. Untuk itu bisa diambil hipotesa bahwa efek relaksasi Al Quran bagi stres dapat berpotensi mengaktifkan fungsi daya tahan tubuh yang berperan besar dalam melawan penyakit atau membantu proses penyembuhan. hal itu, dapat terjadi pada penyakit-penyakit gangguan pencernaan, infeksi, kanker dan lain sebagainya. Hal demikian menunjukkan bahwa kalimat-kalimat Al Quran sendiri memiliki pengaruh fisiologis yang bisa meredakan ketegangan otot pada tubuh, tanpa harus mengetahui makna kata-kata itu sendiri. (dari : buku Fikih kesehatan karangan Ahsin W. Al Hafidz)

Subhanallah, segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Al Quran kepada kita. bagi orang yang tidak mengerti sama sekali saja terbukti Al Quran memberikan manfaat, apa lagi bagi orang yang mengerti dan paham tentang isi Al Quran. Mari, kembali kita kepada Al Quran, kita tingkatkan bacaaan Al Quran kita, kita tingkatkan hafalan, kita tingkatkan pemahaman kita tentang isi dan kandungan yang terdapat dalam Al Quran yang subhanallah luar biasa hebatnya

14. Kiamat 2012

Filed under: Kumpulan Khutbah Jumat — samiranshamir @ 5:30 am

KIAMAT TAHUN 2012

Kaum Muslimin raahimakumullah

Banyak sekali media yang melansir berita sekitar telah dekatnya hari kiamat. Internetpun tengah dibanjiri tulisan senada. Bahkan sangat ironis ketika tersebar informasi bahwa tahun 2012, dunia akan kiamat, tepatnya tanggal 21 Desember 2012. Hal ini dikaitkan dengan penemuan ironis pada suku Maya. Sebuah suku yang ditemukan di Mexico. Kebudayaan kuno suku ini dikenal atas kemampuannya di ilmu matematika dan astronomi. Mereka dikenal menguasai ilmu falak dan sistem penanggalan. Mereka mencipta penanggalan hingga 5.126 tahun. Ketika peta astronomi mereka dipindahkan ke kalender Gregorian, yang digunakan secara standar sekarang, waktu perhitungan bangsa Maya berhenti pada 21 Desember 2012. Meskipun para ahli berusaha meredam skenario kiamat ini sebagai salah satu ramalan bohongan lagi, tapi banyak sekali orang berpengaruh yang meramalkan adanya kemungkinan bencana besar pada tanggal tersebut. Salah satunya adalah Patrick Geryl, pekerja laboratorium berusia 53 tahun yang hidup di Belgia, keluar dari pekerjaannya dua tahun lalu setelah ia menabung sejumlah uang yang cukup digunakan sampai tahun 2012. Ia sekarang sedang mengumpulkan persediaan yang jika di daftar, mencapai 11 halaman lebih. Geryl bukanlah satu2nya orang yang berpikir demikian, jika anda goggling (google mania), “2012 the end of the world” akan ada sekitar 700.000 hit untuk anda klik. Lebih dari 6500 video telah diposting di YouTube. Ribuan buku juga menulis mengenai hal itu, mengikuti sukses buku Daniel Pinchbeck: “2012: The Return of Quetzalcoatl,” yang terjual ribuan kopi tiap bulannya semenjak dirilis bulan Mei tahun lalu. Hampir seluruh ajaran agama meyakini adanya kiamat. Kiamat merupakan sebuah keniscayaan bagi banyak pemeluk agama (apapun), yang berarti ras manusia akan mengalami kepunahan.

Kiamat pertama

Skenario kiamat pertama menurut sains terjadi di Bumi. Bumi terdiri dari lapisan-lapisan. Lapisan terdalam adalah inti yang bentuknya solid dan cair. Lapisan berikutnya adalah mantel yang terdiri dari silikat, campuran silikon dan air. Mantel adalah lapisan tempat panas bumi berada. Panas ini berputar didalam mantel dan bisa menggerakkan crust (kerak bumi) sehingga terjadilah gempa. Kiamat terjadi di Bumi ketika sistem gravitasi yang ada menjadi kacau oleh aliran panas bumi di lapisan mantel. Saat itulah muncul pergerakan lempeng bumi yang ditandai dengan terjadinya gempa. Saat terjadi gempa, orang akan sangat sulit sekali berjalan, hal ini disebabkan pada saat terjadinya gempa sebenarnya gravitasi tidak lagi seragam di daerah gempa. Sedangkan dalam kondisi normal, gravitasi dalam kondisi seragam di setiap permukaan bumi. Pengaruh gaya gravitasi ini memang sangat besar, sehingga bila terjadi gempa dengan skala yang luar biasa, maka efek yang dihasilkan akan sangat besar pula. Dengan skenario kiamat bumi seperti itu gunung pun bisa tercungkil atau dengan kata lain, terangkat dan terbalik.
Mengenai waktu tepatnya kapan kiamat terjadi hanya Allah yang tahu. Hanya saja Allah juga telah memerintahkan dan membuka pintu seluas-luasnya bagi manusia untuk belajar dan mencari tahu tentang misteri alam semesta. Apalagi Allah maha pemurah, maha pengasih, maha memberi, pastilah sinyal-sinyal tentang kiamat akan disampaikan. Bagi manusia yang telah diberi kepakaan tertentu, akan merasakan dan melihat sinyal-sinyal gaib tersebut.

Kiamat Kedua

Setelah kiamat di Bumi, skenario berikutnya yang dijelaskan secara fisika adalah kiamat tata surya. Hal ini terjadi karena ukuran Matahari yang semakin membesar “memakan” planet-planet di dekatnya seperti Merkurius, Venus dan Bumi. Fenomena ini yang disebut tadi sebagai Red Giant. Dan prosesnya tidak lama, mungkin sekitar 3 menit.

Matahari yang tergolong dalam keluarga bintang dapat membesar ketika bahan bakarnya, yaitu Hidrogen habis. Bahan bakar itu dibutuhkan untuk melakukan reaksi fusi nuklir yang menghasilkan cahaya dan atom-atom berat. Dan Hidrogen itu jumlahnya terbatas di permukaan matahari. Saat Hidrogen habis, inti matahari mengecil dan terus mengecil dan kian masif bentuknya. Sementara bagian terluar matahari yang lebih bersifat loose akan terus membesar sehingga menjadi Red Giant. Apabila perkembangannya mencapai titik maksimal, maka matahari akan meledak dan terjadilah peristiwa yang dikenal dengan sebutan Supernova. Bagian-bagian yang terbuang akan mejadi debu – debu kosmik, cikal bakal bintang dan planet yang baru.

Debu – debu kosmik tersebut akan berkumpul dan membentuk awan molekul raksasa. Awan raksasa berputar sehingga bagian pusatnya membentuk bola (Nebula). Perputaran yang semakin cepat akan mengakibatkan bagian pusat semakin solid dan bagian luar terlempar. Bagian dalam inilah yang akan membentuk bintang dan bagian terluar akan membentuk gugusan planet.

Fenomena ini tentu akan mebangkitkan sebuah pertanyaan yang tidak perlu dijawab. yaitu kiamat ini sebenarnya tidak berbeda dengan penciptaan, karena kiamat justru akan membawa penciptaan. Setelah terjadinya penghancuran maka akan lahir sistem baru, seperti hal nya ketika matahari baru saja kehabisan bahan bakar kemudian meledak dan tata surya menjadi runtuh maka setelah itu akan terbentuk sistem bintang dan planet baru, terlihat seperti suatu siklus.

Menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975.

Dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik. Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kehidupan atau kesehatan manusia. ”Karena gangguan magnet Bumi, pengguna alat pacu jantung dapat mengalami gangguan yang berarti,” ujar Sri.

Langkah antisipatif

Dari Matahari, miliaran partikel elektron sampai ke lapisan ionosfer Bumi dalam waktu empat hari, Dampak dari serbuan partikel elektron itu di kutub magnet Bumi berlangsung selama beberapa hari. Selama waktu itu dapat dilakukan langkah antisipatif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan. Dalam mengantisipasi munculnya badai antariksa itu, Lapan tengah membangun pusat sistem pemantau cuaca antariksa terpadu di Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan Bandung. Obyek yang dipantau antara lain lapisan ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio. Sistem ini beroperasi penuh sejak  Januari 2009.

Langkah antisipatif yang telah dilakukan Lapan adalah menghubungi pihak-pihak yang dapat terkena dampak dari munculnya badai antariksa, yaitu Dephankam, TNI, Dephub, PLN, dan Depkominfo, serta pemerintah daerah. Saat ini pelatihan bagi aparat pemda yang mengoperasikan radio HF telah dilakukan sejak lama, kini telah ada sekitar 500 orang yang terlatih menghadapi gangguan sinyal radio. PLN agar melakukan langkah antisipatif dengan melakukan pemadaman sistem kelistrikan agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk. Untuk itu, sosialisasi harus dilakukan pada masyarakat bila langkah itu akan diambil. Selain itu, penerbangan dan pelayaran yang mengandalkan satelit GPS sebagai sistem navigasi disarankan menggunakan sistem manual ketika badai antariksa terjadi, dalam memandu tinggal landas atau pendaratan pesawat terbang.

Perubahan densitas elektron akibat cuaca antariksa, dapat mengubah kecepatan gelombang radio ketika melewati ionosfer sehingga menimbulkan delai propagasi pada sinyal GPS. Perubahan ini mengakibatkan penyimpangan pada penentuan jarak dan posisi. Selain itu, komponen mikroelektronika pada satelit navigasi dan komunikasi akan mengalami kerusakan sehingga mengalami percepatan masa pakai, sehingga bisa tak berfungsi lagi. Saat ini Lapan telah mengembangkan pemodelan perencanaan penggunaan frekuensi untuk menghadapi gangguan tersebut untuk komunikasi radio HF.

Yang pasti, manusia masih sangat kesulitan untuk dalam menyingkap tabir datangnya hari kiamat .  Apalagi Allah telah berfirman

Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan. (Thaaha, 15)

Beberapa hadis nabi tntang tanda tanda hari kiamat akan segera datang adalah

  1. Belum akan datang kiamat sehingga seorang membunuh tetangganya, saudaranya dan ayahnya. (HR. Bukhari)
  2. Di antara tanda-tanda kiamat ialah ilmu terangkat (diambil Allah), kebodohan menjadi dominan, arak menjadi minuman biasa, zina dilakukan terang-terangan, wanita berlipat banyak, dan laki-laki berkurang sehingga lima puluh orang wanita berbanding seorang pria. (HR. Bukhari)
  3. Belum akan tiba kiamat sehingga merajalela ‘Alharju’. Para sahabat lalu bertanya, “Apa itu ‘Alharju’, ya Rasulullah?” Lalu beliau menjawab,”Pembunuhan… pembunuhan…” (HR. Ahmad)
  4. Belum akan tiba kiamat melainkan matahari akan terbit dari Barat. Jika terbit dari Barat maka seluruh umat manusia akan beriman. Pada saat itu tidak bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
  5. Saat akan tiba kiamat, jaman saling mendekat. Satu tahun seperti sebulan, sebulan seperti seminggu, seminggu seperti sehari, sehari seperti satu jam dan satu jam seperti menyalakan kayu dengan api. (HR. Attirmidzi) : Ini berarti rotasi bumi dipercepat

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ

Older Posts »

Theme: Silver is the New Black. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.