PUASA DAN KESEHATAN
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (Al-Baqarah 183).
Sampai detik ini kita seolah tidak pernah mendengar orang yang sedang berpuasa ramadhan terjangkit penyakit, atau penyakitnya bertambah parah. Penyakit magh sekalipun, yang sangat erat kaitannya dengan keteraturan makan untuk tidak kambuh, dengan berpuasa ternyata malah justru sembuh. Bahkan penyakit tumor, kangker, jantung, dan sebagainya berkurang drastis hingga mencapai kesembuhan, dengan melaksanakan puasa. Nurut bukuna Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma ternyata puasa dapatĀ membantu penyembuhan beberapa penyakit, seperti:
- pengerasan pembuluh darah;
- penyempitan pembuluh darah;
- tekanan darah tinggi;
- kanker hati;
- kanker lambung;
- diabetes;
- hepatitis;
- pendarahan otak;
- epilepsi;
- sukar tidur;
- intelegensi berkurang;
- radang tenggorokan;
- radang hidung;
- radang amandel;
- radang kandung kemih;
- radang usus kronis;
- radang lambung kronis;
- radang persendian;
- tukak usus;
- tukak lambung;
- TBC;
- brochitis kronis;
- asma;
- flu;
- ginjal, dan masih banyak penyakit lainny
Lalu apa rahasia di balik ini senua?
Dalam keadaan normal tubuh kita mendapatkan energi dan nutrisi dari luar tubuh melalui makanan, minuman dan radiasi.Ketika kita puasa disiang hari, dimana tidak ada asupan makan, aktifitas dan gerak kita akan membakar energi hingga habis. Pertama-tama energi akan diperoleh dari glucosa hasil makan (sahur), setelah habis, energi diperoleh dari glicogen dalam darah. Bila kandungan glicogen berkurang, otak menyatakan lapar lalu menyuruh kita makan. Bila kita sedang berpuasa otak akan menghidupkan PROGRAM AUTOLISIS.
Apa itu AUTOLISIS? Semua makhluk hidup dibekali dengan sistem (fithrah) autolisis yang khas. Secara sederhana autolisis adalah sistem automatisasi dalam tubuh yang memformat ulang kondisi tubuh ke kondisi ideal. Ketika autolisis diaktifkan, maka ia segera beraksi. Autolisis akan mencari database rancangan dasar (fithrah) manusia. Secara keseluruhan ada sekitar 50 trilyun sel penyusun tubuh yang terdiri dari sekitar 200 jenis sel. Berbekal data detail setiap sel, autolisis menjelajah seluruh tubuh.
Autolisis mengerti bagaimana seharusnya kondisi sehat dari setiap jenis sel, dibagian tubuh mana seharusnya sel itu berada, dan berapa banyak jumlah dari tiap jenis sel yang ideal bagi tubuh. Seharusnya ia akan menghampiri sel-sel liar yang tidak terdapat dalam daftar fithrah, mengubah asam amino dan gula. Bila sel-sel liar habis, ia akan mendatangi timbunan lemak dalam tubuh dan membakar (oksidasi lemak) menjadi keton. Dengan demikian Autolisis akan menghilangkan sel-sel rusak, mati dan BENJOLAN TUMOR serta timbunan lemak yang sering menjadi sarang zat beracun. Sel-sel liar dan lemak yang telah dihancurkan akan dibawa ke Hati. Saat kita puasa, hati tidak disibukkan oleh hasil serapan dari Usus. Oleh karena itu hati akan bekerja penuh menyaring RACUN-RACUN hasil AUTOLISIS. Selanjutnya RACUN akan dibuang keluar tubuh. Disinilah proses DETOKSIFIKASI (penghilangan racun) terjadi.
Ketika berpuasa darah juga akan dipenuhi energi dan nutrisi yang sehat dan berkualitas tinggi, sehingga penggantian sel mati, perbaikan sel rusak, dan pembentukan sel baru, terjadi dengan kualitas prima.. Tubuh kita segera memiliki sel-sel baru dengan kualitas fithrah, sehat dan berfungsi baik kembali. Ketika kita berpuasa, energi yang dihemat dari sistem pencernaan, akan digunakan untuk aktifitas sistem kekebalan tubuh dan proses berpikir oleh otak. Oleh karena itu dengan puasa penyakit lebih mudah disembuhkan dan kita lebih mudah menerima pelajaran maupun saat berpikir. Namun dibalik semua itu, rahasia kemampuan autolisis terletak pada niat. Autolisis hanya akan aktif bila kadar glicogen darah berkurang dan otak menyimpulkan kita lapar dan harus makan namun kita berniat tidak makan alias BERPUASA. Autolisis tidak akan terjadi ketika tidak niat berpuasa. Ini salah satu RAHASIA besar berpuasa.
