SHAMIR'S WEB BLOG

July 18, 2008

Kebahagiaan seorang guru

Filed under: Pengalaman pribadi — samiranshamir @ 4:45 pm

Bulan Februari hingga Mei 2008, adalah masa-masa menegangkan. Betapa tidak, setiap guru mata pelajaran yang diujikan secara nasional cenderung gelisah, ragu, takut kalau siswa-siswanya banyak yang tidak lulus. Saking takutnya kepala sekolah (Drs. H. Sukali, MM) berprakarsa mengumpulkan para orang tua siswa kelas III secara bertahap. Tahap pertama jurusan Penyiaran Radio, Listrik, dan Audio Video. Tahap kedua jurusan Mesin dan Otomotif. Pada kesempatan ketemu dengan orang tua, kepala sekolah mengatakan bahwa orang tua perlu ikut berprihatin tuk kepentingan anaknya. Kepala sekolah saja selalu berpuasa demi tercapainya kesuksesan bagi anak-anak siswa kelas III dalam ujian asional. Istighosah diadakan di tingkat sekolah. Ketika saya ikut nimbrung urun bicara, bahwa anak-anak masih sangat jauh dari siap dalam menghadai ujian nasional, data hasil try out menunjukkan bahwa yang lulus pada tahap pertama hanyalah 15 an persen. tapah kedua hanya 25 persen. Lalu kita mau diam saja? demikian dikatakan kepala sekolah. Makin gundahlah hati para orang tua siswa. apalagi ketika saya bicara bahwa kami para guru matematika siap apabila para siswa mengundang tuk belajar bersama, meskipun kami bukan yang mengajar siswa tersebut. Para orang tua siswa semakin gundah. Apalagi ketika saya bicara bahwa saya sangat pesimis kelulusan anak SMK 1 Aemarang. Satu kelas paling banyak hanya 10 an anak yang bisa lulus. Maka ketika pertemuan selesai, banyak dari orang tua yang menemui saya danmeminta untuk membantu anaknya. Berapapun akan dibayar untukkelulusan anaknya. Tapi saya tidak sanggup. Kesanggupan saya hanyalah membantu mendampingi anak belajar, kapanpun saat masih di sekolah. Saya rela pulang hingga sore hari, asal anak-anak semangat belajar.

Kesempatan ini ternyata dimanfaatkan olah anak-anak. Sore hari mulai jam 14 berkelompok dan mengundang para guru. Bu Tutik juga tidak kalah semangatnya, menyediakan waktu khusus tuk masuk ke kelas dan menerima siapa saja yang mau belajar, tidak pandang dia/mereka murid siapa. Kondisi ini mengakibatkan para guru matematika tidak sempat bisa makan siang, akibat habis mengajar, para siswa telah berkelompok dan mengundangnya tuk belajar. Ketika para siswa mengetahui bahwa gurunya tidak sempat makan siang, mereka berinisiatif untuk membawakan makanan tuk gurunya. Saya adalah salah satu yang selalu dibawakan makan siang. Ida (TPR) hampir setiap hari mengirimi makan siang. Dina (TPR) tidakketinggalan juga. Indah mayasari (TPR) bahkan mengirim parsel ketika saya berulang tahun tanggal 6 Februari. Begitu perhatiannya para siswa.

Ketika usaha secara fisik (belajar) telah dirasa maksimal dan sulit tuk ditingkatkan lagi, maka mereka menyadari bahwa doa adalah jalan terakhir yang harus ditempauh. Kekuatandoa adalah segalanya. Allah pasti akan mendengar dan mengabulkan orang-orang yang gigik berusaha dan bersdoa.

Istighosal diprakarsai oleh wali kelas P Mujib, dan disambut baik oleh para siswa, terutama siswa TPR (teknik penyiaran radio). Dengan cara iuran, para siswa dapat menggelar istighosah untuk satu jurusan TPR. Bertempat di Studio, belaksanakanlah istighosal, yang diketuai oleh Ida Hartatik. Renungan saya yang menyampaikan. Ketika renungan saya sampaikan, tidakada satupun siswa yang tidak menagis. Mereka hanyut kedalam alam kesadaran yang paling tinggi. Mereka sadar bahwa Allahlah yang dituju untuk kelulusan. Mereka menyadari bahwa restu orang tua adalah segalanya, demi keridhoan Allah menuju kesusksesan dalam ujian nasional. Mereka menadari benar bahwa kebesaran Allah dan dan kemuliaan Ibu dan Bapak disadari sangatlah menentukan kelulusan.

Malam hari menjelang ujian Matematika digelar, banyak sms yang masuk ke HP saya, yang intinya menanyakan “apa benar P Samiran tidak dapat membantu saat ujian besok”. Trenyuh ketika saya membaca dan meresakan kegelisahan para siswa. Akhirnya saya undang mereka datang ke rumah, saya beri les privat yang terakhir. Akhirnya 3 oranpun datang jam 22.00 di antar orang tuanya. Mereka belajar hingga pukul 01.30 dini hari.

Yah, mungkin jalan dari Allah dibuka untuk para siswa TPR. Kemudahan ketika menjawab soal Matematikapun datang. Yakin tentang jawabannya pun terjadi. Kebetulan juga Ida Hartatik mendapat sms dari anak SMK 7 Semarang, tentang jawaban matematika saat sedang mengerjakan ujian matematika. Wal hasil, jawaban tersebut menyebar juga ke seluruh kelas. Apa yang terjadi kemudian? Maha besar Allah, Maha Pemurah Allah, Maha memberi Allah. Nilai anak-anak TPR bahkan mengungguli anak-anak jurusan lain. Aneh juga ketia Windi mendapat nilai matematika 9.25. Tak percaya juga ketika Khoirul Umam di tunggakan mendapat 9.00 nilai matematika. Praditia Cristy dan M Niam juga mujur dengan nilai 9.25 dan 9.00 pada mate uji Bahasa Inggris. Hebatnya lagi, jurusan TPR 100% lulus deangan nilai rata-rata yang lebih tinggi dari jurusan yang lain. Ajaib memang. Tapi itulah kebesaran Allah.

Ketika kelulusan diumumkan, meskipun banyak yang cemas, tapi akhirnya ketahuan bahwa TPR 100% lulus. Pelukan dan ciuman pun bersadar dipipi kiri dan kanan saya terutama dari siswa-siswa putri penuh kegembiraan dan kebahagiaan. Hebat, hebat dan hebat siswa TPR.

Saat itulah kebahagiaan seorang guru muncul, meskipun tidak mendapatkan uang, namun kepuasan batin sangat besar, melebihi ketiban uang puluhan juta.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: