SHAMIR'S WEB BLOG

January 2, 2009

Khutbah Jumat 1

Filed under: Kumpulan Khutbah Jumat — Tags: — samiranshamir @ 5:41 pm

UMAAT ISLAM SELALU MEMBELA MUHAMMAD

 

Beberapa waktu yang lalu kita digegerkan oleh berita pelecehan terhadap Nabi Muhammad saw dengan dimuatnya karikatur Nabi Muhammad saw di Koran Denmark. Penggambaran Sosok Rasulullah yang sangat merendahkan martabat Rasulllah itu sendiri, membuat para penganutnya kecewa, jengkel, marah, Apalagi ditambah Menteri Italia Roberto Calderoli, juga memakai kaos bergambar kartun Nabi Muhammad.

 

mengapa umat Islam selalu membela Muhammad?

 

Rasulullah Muhammad saw., sosok yang amat dihormati kaum muslimin, tauladan yang paling ideal bagi setiap pribadi mukmin, perkataan dan perbuatan beliau terekam dalam lembaran-lembaran kitab, dengan menyertakan sanad dan rawi tsiqah yang menjaganya dari kedustaan. Sehingga, walau sudah 14 abad lebih jarak kita dengan Rasulullah saw. tapi kita masih bisa menelaah dan menghayati kalimat demi kalimat yang pernah beliau tuturkan.

Perkataan, perbuatan serta persetujuan Rasulullah saw, sendiri memiliki posisi yang amat tinggi dalam Islam, ia adalah sumber kedua setelah Kitabullah. Dan dalam penyampaiannya pun ada adab-adab tertentu yang harus dipegang oleh seorang muhadits, sebagaimana disebutkan Imam Adzahabi, bahwa Imam Malik mandi terlebih dahulu, memakai wangi-wangian serta mengenakan pakaian yang bagus ketika hendak menyampaikan hadist (Al Muqidzoh, hal. 67).


Bahkan Allah telah berfirman: Al Ahzab: 6

 

Diri Nabi lebih berharga daripada jiwa-jiwa orang mukmin.” (Al Ahzab: 6). Lengkapnya

Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. Dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu mau berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama). Adalah yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Allah)

 

Dan diriwayatkan bahwa Umar ra. berkata kepada Rasulullah saw., “wahai Rasulullah, demi Allah benar-benar engkau yang paling aku cintai, melebihi cintaku terhadap segala sesuatu, kecuali terhadap diriku sendiri”. Maka bersabdalah Rasulullah: “Tidak wahai Umar, sehingga engkau mencintai aku lebih dari cintamu terhadap dirimu sendiri”. Lalu berkatalah Umar ra: “Demi Allah wahai Rasulullah, benar-benar engkau yang paling aku cintai terhadap segala sesuatu hingga terhadap diriku sendiri.” Maka berkatlah Rasulullah saw: “Sekarang wahai Umar”. (HR. Bukhari)

 

Penghinaan dan Ideologi Kebebasan

Umat Islam di seluruh penjuru dunia tiba-tiba terperangah, ketika ada tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab merendahkan kedudukan beliau dengan memvisualkan nya dalam bentuk karikatur melecehkan yang dipublikasikan Jyllan Posten, sebuah media massa yang diterbitkan di Denmark, kemudian dipublikasikan ulang oleh media-media di Jerman, Belanda, Itali, bahkan Rakyat Merdeka pun tidak mau kalah

Dan yang amat menyakitkan lagi, pihak-pihak yang bersangkutan ada yang merasa tidak bersalah serta tidak mau meminta ma’af dan pemerintahnya enggan menindak para pelakunya, dengan alasan yang cukup praktis, bahwa hal itu menyangkut kebebasan berekspresi.

Kebebasan bagi Barat seakan-akan wahyu yang tidak boleh disentuh, tidak boleh dikritik, bahkan ideologi ini bisa mengalahkan wahyu-wahyu yang sebenarnya. Tidak sebatas itu, pihak Barat -sebagai bangsa-bangsa yang berkuasa- telah mengampanyekan ideologi ini -salah satunya- melalui jalur-jalur LSM dan mulai memaksakan paham kebebasan ini kapada negeri-negeri muslim serta menggunakannya sebagai senjata untuk menghadang berlakunya syari’at Islam.

Sikap congkak dan arogan yang dimiliki “kaum pemuka” yang hidup di zaman ini tidaklah berbeda dengan sikap “kaum pembesar” kafir ketika berhadapan dengan risalah yang dibawa para rasul. Salah satu kaum pemuka dibumi ini adalah presiden Amerika Jeorge W. Bush, yang sangat anti muslim. Dia akan selalu memusuhi umat Islam dengan isu teroris. Resolusi DK PBB yang mengutuk dan menghukum Israel atas sewenag-wenagnya terhadap rakyat Palestina dia Veto, dia batalkan dengan begitu saja. Seolah dialah yang paling berkuasa di muka bumi ini. Nangudzubillahi mindzaalik.

Muhammad Qutub mengajak kita merenungi ayat-ayat Allah tentang reaksi para penguasa dan pembesar kaum-kaum terdahulu terhadap para rasul yang diutus untuk mereka, dalam Dirasat Qur’aniyah, hal 107 dia menukil:

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: “Wahai kaumku, sembahlah Allah sekali-kali tidak ada tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa ditimpa azab hari kiamat”. Para pemuka dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata.”(Al A’raf: 59,60)

Juga dalam surat Al A’raf 65, 66

Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum ‘Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata:”Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada tuhan bagimu selain-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertaqwa kepada-Nya?” Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami benar-benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang-orang yang berdusta.” (Al A’raf: 65,66)

Perilaku yang serupa, juga ada pada kaum Tsamud dan penduduk Madyan,

Di setiap masyarakat jahiliyah selalu ditemukan “pemuka”, mereka adalah para pemimpin, bangsawan bagi hamba-hamba yang mentaatinya. Di masyarakat jahiliyah merekalah yang “memiliki” dan “menghukumi”. Yang membangun ‘syari’at’ dari hasil pemikiran mereka, untuk menjaga pengaruh dan kekekuasaanya terhadap para “hamba”.

Dengan kekuasaan dan kemapanan yang dimiliki mereka mengadakan pemaksaan kapada yang lemah agar selalu tunduk terhadap paham dan hegemoni mereka.

Propaganda terus-menerus mereka lancarkan dengan segala sarana yang dimiliki, sebagai jalan utnuk mempertahankan kekuasaan serta memendung arus dakwah tauhid. Pendek kata, semua harus memiliki keyakinan sama dengan mereka, pandangan yang sama, hukum yang sama, jika tidak mereka tidak segan-segan untuk mengancam, memerangi, mengembargo, atau bahkan membasmi mereka yang enggan untuk tunduk

Sesungguhnya loyalitas, tunduk dan taat hanyalah kepada Allah semata. Akan tetapi para “pemuka” ini menghandaki bahwa loyalitas hanyalah kepada mereka saja, dan taat hanya kepada mereka semata.

La ilaaha illallaah bermakna bahwa sesunggunya kekuasaan hanyalah milik Allah, dan sesungguhnya yang berhak menghukumi hanyalah Allah, yang menghalalkan dan mengharamkan, menilai baik atau buruk, membolehkan dan melarang hanyalah Allah. Akan tetap para “pemuka” ini menginginkan bahwa kekuasaan itu ada dalam genggaman tangan mereka, dan hanya mereka yang boleh menghukumi, sarta menghalalkan dan mengharamkan dengan cara mereka sendiri.


Walhasil, umat Rasulullah saw. saat ini juga sedang menghadapi “para pemuka” bumi yang berusaha memaksakan kehendaknya. Menghadang dakwah tauhid yang mereka serukan. Menekan kaum lemah dengan berbagai cara agar tunduk di bawah kekuasaan mereka.

“Pemuka-pemuka” yang menghendaki agar umat Islam mengikuti apa saja yang mereka putuskan tanpa perlu mereka menyanggah atau bertanya. Para “pemuka” yang siap membelanjakan harta mereka untuk menyebarkan ideologi dan ‘syari’at’ versi mereka, sampai umat tunduk dan ‘sujud’ dibawah telapak kaki mereka dengan label “kebebasan”.

Bahkan, jika perlu, mereka akan menghalalkan segala cara, diantaranya, termasuk melakukan image kepada sosok Muhammad, simbol kecintaan umat Islam seluruh dunia, sebagaimana baru-baru ini terjadi.

Sayangnya, para kaum ‘pemuka’, tak menyadari, begitu tinggi kedudukan Muhammad di mata umatnya, bahkan Allah SWT saja, sang Penguasa dan Pencipta Alam raya ini bersolawat padanya.

Dalam  Firmannya:

 

Sesungguhnya Allah beserta para malaikatnya bersholawat untuk nabi, wahai orang-orang yang beriman bersholawatlah untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Al Ahzab: 56).

Karena itu, kecintaan umat Islam di seluruh dunia terhadap agama ini dan kepada junjungannya bernama Muhammad, tak akan runtuh dengan cara apapun. Sebaliknya, cara-cara yang tidak elegan, termasuk dengan pelecehan dan penghinaan seperti itu, justru menjadi bumerang baru sebagai bukti pembelaan bagi kaumnya.

 

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: