SHAMIR'S WEB BLOG

January 11, 2009

Khutbah Jumat 5

Filed under: Kumpulan Khutbah Jumat — Tags: — samiranshamir @ 4:22 pm

MENGUBAH POLA PIKIR ORANG MISKIN

 

Perekonomian kita secara umum dikatakan terpuruk. Namun ternyata ini hanya dirasakan oleh masyarakat kecil, masyarakat miskin, atau menengah. Merekalah yang setiap hari kebingungan mencari pemenuhan kebutuhan pokok. Pangan, sandang dan papan. Meskipun banyak diantara mereka yang tidak menyadari bahwa mereka tergolong masyarakat miskin, mengingat hidup pas pasan atau kekurangan demikian telah membiasa. Tidak dipungkiri bahwa disekitar kita banyak yang hidupnya sangat jauh dari kita. Kalau hanya sekedar untuk makan mungkin mereka tidak begitu masalah, namun ketika harus membiayai sekolah anak-anaknya, ketika harus menanggung biaya pengobatan rumah sakit, mereka sangat sulit memenuhinya. Saat seperti demikian baru menyadarkan bahwa mereka termasuk katagori miskin. Pola pikir mereka yang demikian ini sangat perlu kita perhatikan dan kita upayakan untuk diperbaiki. Apabila masyarakat yang semikianini tidak kita pikirkan dan diupayakan untuk sadar dan kemudian berjuang untuk melepaskan diri dari kemiskinan, maka tidak mustakhil generasinya juga akan punya pola pikir yang sama, sehingga tidak akan pernah terjadi peningkatan kualitas ekonominya.

Keadaan masyarakat yang seperti ini terjadi pula di kampung kita, di lingkungan kita, di daerah kita. Siapa yang harus melakukan pembenahan ini? Tidak ada lain kecuali kita sendiri.

Salah satu cara yang dituntunkan dalam Islam adalah dengan mengoptimalkan sedekah, infaq, ataupun shadaqoh. Kata mengoptimalkan mempunyai makna menyadarkan keseluruhan umat agar senang, rutin, dan konsisten. Apabila sodaqoh ini distribusinya dikoordinir secara benar dan profesional, maka, bukan tidak mungkin kemiskinan segera dapat dientaskan dan diselesaikan.

Terdapat perilaku yang salah di masyarakat kita. Justru dengan kondisi kemiskinan yang sedemikian terasa, banyak oknum yang memanfaatkan kesempitan ini. Banyak sekali bank-bank keluarga, bank-bank pribadi (rentenir) yang menjadikan orang miskin sebagai nasabah. Namun sangat ironis, dalam kondisi kemiskinan yang menghimpit justru pinjaman dikenakan bunga yang cukup fantastik. 10% perbulan, sehingga kalau dihitung pertahun jatuhnya 120%. Bunga inilah yang dinamai riba. Orang miskin telah kekurangan dan dirundung kesulitan. Bunga seberapapun akan diiyakan karena sangat membutuhkan, misal demi terbayarnya pengobatan di rumah sakit, demi dapat memberi makan keluarga, demi diterimanya anak sebagai pegawai negeri, TNI.POLRI, atau karyawan perusahaan. Ketika pada saatnya harus melunasi dalam 3 bulan, dia belum bisa, bungan yang harus dibayarkan dijadikan pokok pinjaman lagi, hingga dalam 1 tahu, pokok pinjaman bisa dua kali lipat. Kondisi ini akan semakin menyengsarakan mereka. Apakah tidak lebih baik jika mereka bukan diberi pinjaman yang tidak berbunga atau bahkan diberi sedekah sebagai bentuk bantuan pada mereka?

Albaq0r0h 280

Dan jika (orang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Allah telah memberi peringatan pada kita dengan firmannya:

Albakoroh 278

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.

 

Al Baqoroh 279

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.

 

Ayat ini mengatakan bahwa jika kita tidak meniggalkan sisa ribanya, maka Allah dan Rasul akan memerangi kita, namun jika kita meniggalkannya dengan bertobat, hanya mendapatkan kita impas, mendapatkan yang pokoknya, artinya tidak mendapat pahala dari proses, tidak pula mendapat siksa. Sisa riba yang dimaksudkan dalam hal ini adalah ketika orang yang memberi pinjaman ingat dengan peringatan Allah dan segera memutuskan untuk tidak meneruskan membebani bungan pinjaman pada yang berhutang.

 

Kita perlu renungkan kembali, meminjamkan uang dengan membungakan (riba), disamping menyengsarakan peminjam, sebenarnya tidak menambah kekayaan si empunya uang namun justru malah akan menyusutkan kekayaan mereka di sisi Allah. Sebaliknya pemberian zakat akan melipat gandakan pahala dari Allah, bahkan pahala yang berupa materi beberapa saat kemudian setelah proses zakat selesai.

 

Seperti difirmankan Allah dalam QS Arrum 30.

 

Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).

 

Al Hadid 18

Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.

 

Allah telah menjamin tidak akan menjadi miskin orang yang bersedekah.

QS Amujaadillah 13

Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi tobat kepadamu maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan

 

Pada khutbah kedua, saya mengajak untuk merenungkan kembali saudara-saudara kita tetangga kanan kiri kita yang nasibnya masih belum seberuntung kita, untuk tidak menambah beban mereka tetapi bagaimana kita ikut andil dalam mengatasi masalah ekonomi mereka, meskipun hanya berupa ide atau advis. Saya juga mengajak, mari kita tetap berupaya dan berdoa agar kita dihindarkan dari membebani orang lain dengan menerapkan bunga pada orang-orang yang kita bantu. Kita hindarkan riba kita galakkan zakat dan sedekah, Insya Allah kita akan termasuk orang-orang yang beruntung.

Untuk itu marilah kita berdoa agar apa yang kita lakukan tetap berada di jalan Allah, dijalan yang Allah Ridhai.

 

 

Ya Allah, Engkau maha pengasih dan maha penyayang, kasihilah hambamu ini, kasihilah keluarga besar Jadikan kami sebagai hambamu yang selalu mensyukuri nikamatmu, kami yakin kami bersyukur maka Engkau menambah pemberian nikmatMu. Arahkan kami agar kami senantiasa dekat denganMu, kami yakin kedekatan kami akan memunculkan keridhaanMu.

 

Ya Allah, Engkau  paling tahu tentang kebijaksanaan, karena engkau maha bijaksana. jadikan para pemimpin kami sebagai pemimpin yang bijaksana, yang cerdas, yang peka terhadap kondisi yang dipimpinnya, sehingga senantiasa berupaya memperbaiki kondisi manakala buruk, dan meningkatkan kualitas kondisi manakala dirasa telah baik. Jadikan kami sebagai hambamu yang selalu mengutamakan pelayanan, baik pelayanan kepada keluarga maupun kepada sesama, kami sadar bahwa hidup adalah melayani dan bukan untuk minta dilayani. Karena itu perbaikilah dan tingkatkan pelayanan kami kepada yang seharusnya kami layani.

Ya Allah, kami sadar uang seolah segalanya dalam hidup ini, dengan uang kami bisa berbuat banyak untuk kepentingan kemaslahatan umat, tingkatkan rizki kami, bimbinglah kami agar selalu menggunakan uang dan harta kami di jalanmu, hindarkan kami dari unsur riba dalam kehidupan kami.

 

Ya Allah, perbaikilah sikap keagamaan kami sebab agama adalah benteng urusan kami, perbaikilah dunia kami sebagai tempat penghidupan kami, perbaikilah akhirat kami sebagai tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan kami di dunia sebagai tambahan bagi setiap kebaikan. Jadikanlah kematian kami sebagai tempat istirahat bagi kami dari setiap keburukan

 

Ya Allah, jadikanlah kami mencintai keimanan dan hiasilah keimanan tersebut dalam hati kami. Dan jadikanlah kami membenci kekufuruan, kefasikan dan kemaksiatan dan jadikanlah kami termasuk orang yang mendapat petunjuk

 

Allahummaghfirli waliwaalidayya, warhamhuma kama rabbayana shahiira.

 

 

 

 

 

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: