SHAMIR'S WEB BLOG

January 11, 2009

Khutbah Jumat 6

Filed under: Kumpulan Khutbah Jumat — Tags: — samiranshamir @ 4:27 pm

MENCARI ALLAH

 

Dalam ceramahnya, Ibnu Atha’illah (seorang sufi) menyindir dan mengingatkan kepada kita bahwa: Pencarian kita pada Allah, menunjukkan bahwa Kita telah kehilangan Allah dari diri Kita. Selanjutnya Ia menerangkan bahwa: Orang yang mencari Allah, berarti Allah tidak hadir dalam kalbunya, Allah raib dari jiwanya, sehingga yang ada dan hadir di hatinya adalah selain Allah. Padahal Allah itu tidak pernah hilang. Allah juga tidak jauh, bahkan ketika hati kita jauh dari Allah. Allah itu Maha Dekat, bahkan sampai Kita tahu bahwa Allah lebih dekat dari segala yang ada, termasuk lebih dekat dibanding jiwa kita sendiri

Al-Baqoroh 186

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Dalam ayat di atas jelas bahwa Allah mengabulkan permohonan orang yang berdoa dengan catatan “apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku”. Ini mengingatkan pada kita bahwa kita perlu selalu bermohon kepada Allah dalam berbagai kepentingan. Meskipun sebagian ahli sufi mengatakan bahwa Allah maha mengetahui kepentingan hambanya, meskipun dia tidak memintanya Allah akan memberinya.

Hadirin rakhiima kumullah

Di lingkungan kita, banyak orang yang merasa belum menemukan Allah, termasuk belum menemukan Allah dalam kehadiran hatinya, Mungkin malah dalam diri kita sendiri, merasa belum merasakan kehadiran Allah. Lalu mencari Allah, sedangkan yang dicarinya itu sebenarnya lebih dekat dibanding angan-angannya kita tentang “dekat” itu sendiri. Untuk itu maka dzikir kepada Allah (dzikrullah) menjadi amat penting  agar kehadiran Allah bisa istiqamah dan dapat kita rasakan, sehingga kita tidak pernah merasa kehilangan Allah.

Selanjutnya Ibnu Atha’illah mengatakan “Sedangkan permintaan kita kepada selain Allah menunjukkan betapa Kita tidak punya rasa malu di hadapan Allah”

Padahal sudah jelas, bahwa rasa malu itu sebagaian dari iman. Kalau orang sudah tidak punya rasa malu di hadapan Allah, maka ia tidak akan punya malu di hadapan makhluk Allah lainnya.

 

Ada Kecenderungan pada diri manusia bahwa manusia banyak mengandalkan pertolongan kepada selain Allah, padahal Allah senantiasa memanggilnya agar si hamba dekat dan memohon kepada-Nya.

Syekh Ibnu Ajibah al-Hasani menyindir, bahwa rasa asyik dengan sesama manusia atau makhluk Allah, itu merupakan tanda-tanda kebangkrutan. Menghadap Allah itu berarti membelakangi makhluk Allah. Menghadap makhluk Allah berarti membelakangi Allah. Padahal dalam prinsip Tarekat Sufi ada satu kaidah, “Dan permintaanmu melalui selain Allah, menunjukkan betapa jauhnya dirimu dari Allah”

Orang seringkali mencari sesuatu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tetapi ketika iamasih merasa kekurangan, ia meminta melalui orang atau makhluk Allah. Padahal telah jelas bahwa Allah maha menyantuni hambanya yang mengorbankan dirinya dalam mencari keridlaanNya. Seperti yang tersurat dalam Q.S. Al-Bakarah 207:

 

Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya

 

Ayat ini menjadi salah satu dasar mengapa sebagian ahli sufi mengatakan bahwa kita sebenarnya tidak harus meminta kepada Allah urusan rizki, karena Allah maha penyatun dan maha mengetahui kepentingan hambanya. Namun ada syaratnya bahwa mereka harus menghambakan dirinya kepada Allah dengan mengorbankan dirinya untuk mencari keridlaan Allah. Marilah kita tetap renungkan ayat Allah ini dan berupaya untuk selalu mendekatkan diri kepadaNya, sehingga keridhaan Allah kita dapatkan, sehingga segala keinginan kita dimengerti dan diketahui Allah, yang akhirnya terwujudlah keinginan kita. Apalagi kondisi sekarang ini, kehidupan kita sebagai masyarakat kecil yang hidupnya banyak mengalami kedulitan, terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup. Harga beras semakin, membubung hampir sulit terjangkau, harga minyak juga, bukan saja naik tetapi melipat, hingga dua kali lipat dari harga beberapa bulan sebelumnya. Minyak tanah yang merupakan kebutuhan primer bagi rakyat kecil, hampir menghilang dari pasar, harga bhan baker minyak (bensin) semakin melangit, sementara kondisi masyarakat kita telah banyak bergantung pada kendaraan bermotor jenis roda 2 maupun roda empat.

Kondisi ini akan semakin mempersulit hidup kita, kondisi ini dapat menciptakan komflik internal masyarakat, misal konfil antar tetangga, antar teman dan sahabat, apalagi bila masyarakat kaya banyak yang tertutup hatiyna, tentu cenderung akan menumbuhkan masyarakat yang temperamental, mudah sekali tersulut dan masuk ke dalam arena konflik karena persaingan untuk mendapatkan kebutuhan primer.

Sekali lagi, marilah kita berupaya selalu mendekatkan diri dan untuk mencari keridhaan Allah, demi terwujudnya kondisi terperhatikannya kesulitan kita oleh Allah yang pada gilirannya, Allah akan membantu kita untuk keluar dari segala kesulitan kita.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ  

 

 

Pada khutbah II ini saya mengajak untuk merenungkan kembali bahwa Allah dekat dengan kita, Allah mengabulkan doa kita, asalakan kita mendekat kepadaNya. Upayakan kita tidak mencari Allah karena Allah telah sangat dekat dengan kita, yakinlah bahwa Allah mengerti dan mengetahui apa yang ada dalam hati kita, Allah akan mengabulkan segala keinginan kita mekipun belum diucapkan, asalkan Dia ridha, maka marilah kita senantiasa mencari keridhaaNya. Marilah kita nyatakan keinginan kita keluarga besar SMK 1 Semarang, dalam sebuah doa:

 

 

Ya Allah, Engkau maha pengasih dan maha penyayang, kasihilah hambamu ini, Jadikan kami sebagai hambamu yang selalu mensyukuri nikamatmu, kami yakin kami bersyukur maka Engkau menambah pemberian nikmatMu. Arahkan kami agar kami senantiasa dekat denganMu, kami yakin kedekatan kami akan memunculkan keridhaanMu.

 

Ya Allah, Engkau maha pengampun, ampunilah kami perbaikilah hubungan antar personal kami lembutkan hati kami, lembutkan dan santunkan perkataan kami sebagai upaya untuk menghindari saling ketersinggungan diantara kami. Jadikan kami saling menghormati, saling menghargai, saling menyayangi, saling percaya dan saling dapat dipercaya. Jadikan kami sebagai hambaMu yang senantiasa mau bertanggungjawab atas segala tugas dan tanggung jawab kami.

 

Ya Allah, Engkau  paling tahu tentang kebijaksanaan, jadikan para pemimpin kami sebagai pemimpin yang bijaksana, yang cerdas, yang peka terhadap kondisi yang dipimpinnya, sehingga senantiasa berupaya memperbaiki kondisi manakala buruk, dan meningkatkan kualitas kondisi manakala dirasa telah baik. Jadikan jpara pemimpin kami sebagai pemimpin yang selalu mengutamakan pelayanan, kami sadar bahwa hidup adalah melayani dan bukan untuk minta dilayani. Karena itu perbaikilah dan tingkatkan pelayanan kami kepada yang seharusnya kami layani.

 

Ya Allah Jadikan tempat ini, masjid ini sebagai ladang kebaikan dan bukan sebagai lading konflik. Jadikan para tokoh masjid ini sebagai tokoh yang bijaksana, yang selalu berhati-hati dalam berbicara dan mengluarkan pernyataan, karena kekuranghati-hatian mereka, akan menimbulkan konflik, sehingga dapat menimbulkan terkoyaknya keharmonisan jama’ah masjid ini.

Ya Allah, yang  maha mengetahui kepantingan hambanya. Jadikan kami sebagai orang-orang yang  yang tahu akan tugasnya, pada job kami masing-masing

Ya Allah, perbaikilah sikap keagamaan kami sebab agama adalah benteng kehidupan kami, perbaikilah dunia kami sebagai tempat penghidupan kami, perbaikilah akhirat kami sebagai tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan kami di dunia sebagai tambahan bagi setiap kebaikan. Jadikanlah kematian kami sebagai tempat istirahat bagi kami dari setiap keburukan

Ya Allah, jadikanlah kami mencintai keimanan dan hiasilah keimanan tersebut dalam hati kami. Dan jadikanlah kami membenci kekufuruan, kefasikan dan kemaksiatan dan jadikanlah kami termasuk orang yang mendapat petunjuk

Ya Allah, ampunilah dosa kami, dosa orang tua kami, dosa para pemimpin kami, dosa para pendukung kami, dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat.

Kabulkan permohonan kami ya Allah

Allahummaghfirli waliwaalidayya, warhamhuma kama rabbayana shahiira.

 

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: